Perbedaan Barcode 1D dan 2D: Mana yang Anda Butuhkan?
Saat membuat barcode, pertanyaan pertama yang biasanya muncul adalah: pakai barcode garis atau QR Code? Keduanya disebut barcode, tetapi cara menyimpan datanya berbeda sehingga kegunaannya pun berbeda.
Barcode 1D (linear)
Barcode 1D adalah barcode berupa garis-garis vertikal. Data disimpan dalam satu arah, yaitu dari kiri ke kanan. Contoh yang paling dikenal adalah EAN-13 di kemasan produk dan Code 128 di label pengiriman.
- Kapasitas kecil, biasanya belasan hingga puluhan karakter.
- Bisa dibaca pemindai laser kasir yang murah dan sangat cepat.
- Cocok untuk kode produk, nomor seri, dan nomor resi.
Barcode 2D
Barcode 2D menyimpan data dalam dua arah, ke samping dan ke bawah, sehingga muat jauh lebih banyak. Contohnya QR Code, Data Matrix, PDF417, dan Aztec.
- Kapasitas besar, dari puluhan hingga ribuan karakter.
- Bisa dipindai kamera ponsel dari berbagai arah.
- Punya koreksi kesalahan, jadi tetap terbaca walau sebagian rusak.
- Bisa dibuat sangat kecil, misalnya Data Matrix pada komponen elektronik.
Perbandingan singkat
| Barcode 1D | Barcode 2D | |
|---|---|---|
| Bentuk | Garis vertikal | Kotak/titik dalam persegi |
| Kapasitas | Kecil | Besar |
| Alat pindai | Pemindai laser atau kamera | Kamera atau pemindai 2D |
| Tahan rusak | Terbatas | Ada koreksi kesalahan |
| Contoh | EAN-13, UPC-A, Code 128 | QR Code, Data Matrix, PDF417 |
Kapan memakai yang mana?
- Produk yang dijual di toko atau minimarket: gunakan EAN-13 resmi dari GS1. Lihat cara mendapatkan barcode EAN-13.
- Label gudang, rak, atau pengiriman: Code 128 adalah pilihan umum karena padat dan mendukung huruf serta angka.
- Link, menu, WiFi, atau kontak untuk pelanggan: QR Code, karena bisa dipindai langsung dengan kamera ponsel.
- Label sangat kecil: Data Matrix.
- Kartu identitas, tiket pesawat, atau dokumen: PDF417 atau Aztec.
Semua jenis di atas bisa Anda buat gratis di I Need Barcode. Jika masih ragu, mulailah dengan QR Code untuk kebutuhan pelanggan dan Code 128 untuk kebutuhan internal.
Pertanyaan Umum
Apakah pemindai kasir bisa membaca QR Code?
Tidak semua. Pemindai laser 1D hanya membaca barcode garis. Untuk QR Code dibutuhkan pemindai 2D berbasis kamera atau kamera ponsel.
Barcode mana yang paling kecil?
Data Matrix termasuk barcode 2D yang bisa dicetak sangat kecil, sehingga sering dipakai pada komponen elektronik, alat kesehatan, dan label obat.
Bolehkah memakai QR Code sebagai pengganti EAN-13 di produk ritel?
Untuk dijual di toko ritel, produk tetap memerlukan EAN-13 atau UPC yang terdaftar. QR Code bisa ditambahkan di kemasan sebagai pelengkap, misalnya untuk informasi produk atau promosi.


